Penghapusan Ujian Nasional: Menghilangkan Tekanan Siswa atau Menurunkan Daya Saing?

Penghapusan Ujian Nasional: Antara Kesejahteraan Mental dan Standar Mutu

UN selama puluhan tahun menjadi “hantu” yang menakutkan bagi siswa, guru, dan orang tua karena fungsinya sebagai penentu kelulusan tunggal.

1. Argumen Kesejahteraan: Mengembalikan Hak Belajar Siswa

Dari perspektif kemanusiaan dan pedagogi modern, penghapusan UN membawa dampak positif yang signifikan:

2. Argumen Daya Saing: Risiko Kehilangan Parameter Standar

Di sisi lain, para kritikus mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap etos kerja dan daya saing siswa:


Asesmen Nasional (AN) sebagai Solusi Transisi?

Pemerintah menawarkan Asesmen Nasional bukan sebagai pengganti UN bagi individu siswa, melainkan sebagai alat pemetaan kualitas sistem.

  • Fokus pada Proses, Bukan Hasil Akhir: AN mengukur literasi, numerasi, dan survei karakter. Ini mengalihkan beban dari pundak siswa ke pundak institusi (sekolah dan pemerintah) untuk memperbaiki layanan pendidikan.

  • Evaluasi Holistik: Dengan menyertakan Survei Lingkungan Belajar, pemerintah dapat melihat faktor-faktor luar sekolah (seperti keamanan dan iklim kebhinekaan) yang memengaruhi hasil belajar, sesuatu yang tidak pernah bisa dipotret oleh UN.